Emiten Pandu Sjahrir Nyari Tambahan Modal, Buat Apa?

Ketua Umum Dewan Pengurus Harian Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Pandu Patria Sjahrir dalam acara Casual Talks On Digital Payment Innovation Of Banking. (Tangkapan layar via Youtube Bank Indonesia)

Emiten milik Pandu Sjahrir, PT TBS Energi Utama Tbk (Toba) berencana akan melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Tujuannya, untuk melakukan pengembangan usaha di sektor energi baru dan

terbarukan (renewable energy) serta kendaraan listrik (e/ectric vehicle).

Selain itu, perseroan juga berencana akan melaksanakan program kepemilikan saham perusahaan terbuka (Program MESOP) untuk meningkatkan rasa memiliki dari manaiemen dan katyawan grup.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam rangka penambahan modal melalui HMETD sebanyak 1,3 miliar saham dengan nilai nominal Rp 50 per lembar saham (Penawaran Umum Terbatas/PUT).

Saham yang akan ditawarkan kepada pemegang saham dalam rangka PUT seluruhnya merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan memiliki hak yang sama dengan sanam-saham Perseroan lainnya yang telah dikeluarkan oleh Perseroan sebelum PUT.

Penambahan modal yang diperoleh dari hasil HMETD akan memperkuat struktur permodalan serta mendukung perkembangan dan ekspansi usaha. Peningkatan modal dalam jangka panjang diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha dan meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi pemegang saham Perseroan.

Dalam hal rencana penambahan modal melalui HMETD dilakukan sebelum perseroan melakukan penambahan modal tanpa memberikan HMETD dalam rangka program MESOP sebagaimana yang akan dimintakan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 8 Juni 2023 mendatang.

Penambahan modal dengan HMETD akanmeningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor penuh sekitar 17,3% dari
modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.

Sedangkan apabila penambahan modal dengan HMETD dilakukan setelah Perseroan melakukan penambahan modal tanpa memberikan HMETD dalam rangka Program MESOP maka modal Perseroan akan meningkat sebanyak-banyaknya 21,1%.

Selanjutnya bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya akan terkena dilusi kepemilikan maksimum sebesar 17,4% dari persentase kepemilikan saham Perseroan (untuk penambahan modal dengan HMETD yang dilakukan setelah penambahan modal tanpa HMETD dalam rangka Program MESOP) dan
sebanyak-banyaknya sebesar 14,8% dari persentase kepemilikan saham Perseroan (untuk penambahan modal hanya dengan HMETD).

Rencananya, seluruh dana yang diperoleh dari rencana Penambahan Modal dengan HMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi yang menjadi kewajiban Perseroan, akan dipergunakan untuk memperkokoh struktur permodalan dan seluruhnya akan digunakan untuk membiavai investasi Perseroan serta untuk kegiatan Perseroan secara umum (general corporate purposes).

Adapun program MESOP merupakan kelanjutan dari program MESOP yang sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 17 Juni 2021 (RUPSLB 17 Juni 2021).

Perseroan akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) untuk Program MESOP melalui pengeluaran saham-saham yang mash dalam simpanan (portepel) setelah diperolehnya persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan ketentuan vang berlaku.

Jumlah saham yang direncanakan untuk dikeluarkan melalui PMTHMETD untuk Program MESOP adalah sebanyak-banyaknya 161.365.421 saham dengan nilai nominal masing-masing saham adalah Rp 50 per saham yang merupakan 2% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan per tanggal Keterbukaan Informasi ini dilakukan.

Jumlah saham tersebut tidak memperhitungkan jumlah saham untuk penambahan modal Perseroan dalam rangka Program MESOP yang telah disetujui sebelumnya oleh pemegang saham independen dalam RUPSLB 17 Juni 2021 (Program MESOP 2021) yang belum selesai jangka waktunya.

PMTHMETD untuk Program MESOP yang disampaikan dalam Keterbukaan Informasi ini bukan merupakan penggantian dari Program MESOP 2021, namun merupakan penambahan dan kelanjutan dari Program MESOP 2021 tersebut. Apabila rencana Program MESOP ini disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 Juni 2023, maka Program MESOP 2021 yang telah disetujui sebelumnya oleh pemegang saham independen pada RUPSLB 17 Juni 2021 tetap berlaku sesuai jangka waktunya hingga tahun 2025.

Seluruh dana hasil PMTHMETD untuk Program MESOP ini setelah dikurangi dengan biaya emisi,
selurunnva akan diaunakan untuk memperkuat struktur permodalan rerseroan dan selurunnva akan digunakan untuk memblayai investasi Perseroan serta untuk keglatan Perseroan secara umum general corporate purposes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*