Filipina Amankan Wilayah, Siaga Perang di Laut China Selatan

Philippine soldiers carry a giant Philippine flag before ceremonies to mark the 121st anniversary of Philippine independence at Manila's Rizal Park Wednesday, June 12, 2019. (AP Photo/Aaron Favila)

Kepala militer Filipina, Andres Centino mengerahkan sejumlah pasukannya ke pulau terpencil di kawasan Palawan, dekat dengan kepulauan Spartly yang tengah bersengketa di Laut China Selatan.

Ia mengatakan, langkah itu ditempuh untuk memastikan perdamaian di kawasan itu, sekaligus memastikan wilayah https://daftar-dwslot88.com/ perairan Filipina aman dari para pengganggu. Ia memastikan, pasukannya hanya untuk kepentingan internal dan pertahanan teritorial.

“Kami memastikan bahwa kami mengerahkan di mana kami dibutuhkan. Di Palawan, kami dibutuhkan di sini karena ini adalah lokasi yang strategis, jadi kami harus siap,” kata Centino setelah berpesta dengan pasukannya di atas meja berlapis daun pisang dengan dihiasi kepiting, ayam, nasi, buah-buahan dan irisan babi panggang.

Dilansir Reuters, Kamis (18/5/2023), Centino turut mengunjungi wilayah lain di gugusan pulau Balabac. Ia ingin memastikan bahwa keberadaan militer Filipina siap siaga.

Pangkalan udara Balabac, yang lokasinya disebut Centino sangat strategis adalah salah satu dari empat lokasi baru yang diberikan akses kepada Amerika Serikat pada Februari di bawah pakta pertahanan 2014. Pakta ini muncul pada saat kekhawatiran atas tindakan China di Laut China Selatan dan ketegangan di Taiwan.

The 2014 Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA) itu memungkinkan pelatihan bersama, pra-penempatan peralatan dan pembangunan fasilitas seperti landasan pacu, penyimpanan bahan bakar, dan perumahan militer. Namun, bukan untuk kehadiran permanen.

Pemerintah Filipina telah mulai membangun landasan pacu sepanjang 3 km di pangkalan udara, yang juga bisa menampung bantuan kemanusiaan, fasilitas bantuan bencana, serta barak yang dapat digunakan Amerika Serikst di bawah kesepakatan EDCA.

“Ini dikelilingi oleh pulau-pulau, dan di sinilah kapal asing dari perairan internasional akan masuk dan melewati SLOC (jalur komunikasi laut) kami,” kata Centino tentang lokasi pangkalan udara tersebut.

“Jika kita harus mempertahankan (wilayah kita), kita harus mampu mendeteksi dan mengidentifikasi penyusupan,” kata Centino, mengenang insiden di mana sebuah kapal asing menyelinap ke Laut Sulu dekat Palawan.

Dia tidak mengatakan kapal siapa, tetapi Filipina pada Maret 2022 mengatakan pihaknya mendeteksi kapal pengintai angkatan laut China dari Gugusan Kepulauan Cuyo di Laut Sulu, tempat kapal itu masuk dan bertahan tanpa izin, mengabaikan permintaan untuk pergi.

China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan dengan “sembilan garis putus-putus” di peta yang membentang lebih dari 1.500 km dari daratannya dan memotong zona ekonomi eksklusif Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Putusan arbitrase internasional pada tahun 2016 menolak garis itu karena tidak memiliki dasar hukum.

“Penting bagi kita untuk dapat memantau untuk mendeteksi siapa yang masuk dan keluar…apakah pasukan yang bermusuhan atau bersahabat,” kata Centino.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*