Heboh Bank AS First Republic Bangkrut, Ini Kronologinya

SAN FRANCISCO, CALIFORNIA - MARCH 16: A pedestrian walks by a First Republic Bank office on March 16, 2023 in San Francisco, California. A week after Silicon Valley Bank and Signature Bank failed, First Republic Bank is considering a sale following a dramatic 60 percent drop in its stock price over the past week. The bank also received $70 billion in emergency loans from JP Morgan Chase and the Federal Reserve.   Justin Sullivan/Getty Images/AFP (Photo by JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Satu lagi bank Amerika Serikat (AS) bangkrut di 2023. Setelah Silicon Valley Bank (SVB), Signature Bank, dan Sivergate Bank, kini kolaps melanda First Republic.

First Republic menjadi bank terbesar kedua yang gagal dalam sejarah Paman Sam. Perusahaan perbankan komersial yang berbasis di San Fransicso, California ini dinyatakan bangkrut pada Senin waktu setempat.

Bank ambruk usai sahamnya anjlok sampai 50%. Senin dini hari, regulator AS telah menyita First Republic Bank dan mencapai kesepakatan untuk menjual sebagian besar operasinya kepada JPMorgan Chase & Co, bank terbesar di AS.

Seperti SVB, First Republic juga merupakan pemberi pinjaman khusus. Bank ini berfokus melayani orang Amerika pesisir yang kaya, memikat mereka dengan hipotek dengan suku bunga rendah sebagai imbalan mereka yang menaruh uang tunainya pada bank tersebut.

Lalu bagaimana kronologi lengkap kebangkrutan First Republic bangkrut? Berikut mengutip Forbes, Rabu (3/5/2023):

13 Januari 2023

First Republic pertama kali memberikan hasil keuangan yang tampak kuat dari kuartal terakhir tahun 2022, hingga melampaui perkiraan pendapatan analis. Namun perusahaan mengungkapkan bahwa biaya bunganya melonjak sekitar 2.040% year-over-year dan 153% dari kuartal sebelumnya.

Hal ini rupanya menjadi “lonceng kematian” bagi bank tersebut. Karena gagal menavigasi kampanye kenaikan suku bunga Federal Reserve 2022-2023.

10 Maret 2023

Penutupan SVB karena bank tersebut terbukti tidak mampu memenuhi permintaan penarikan, ternyata menimbulkan efek domino. Hal ini pun terjadi ke First Republic.

Saham First Republic langsung meluncur 29% antara 8 Maret dan 10 Maret karena investor berupaya meminimalkan kerugian. Diketahui bank ini adalah rekan terdekat Silicon Valley Bank.

16 Maret 2023

Saham First Republic jatuh lebih jauh 62% dari 10 Maret. Ini akibat kepemimpinan bank gagal menenangkan investor tentang prospeknya.

Pada 16 Maret, konsorsium dari 11 bank Amerika terbesar menyuntikkan First Republic dengan total US$30 miliar dalam simpanan yang tidak diasuransikan. Ini dilakukan sebagai langkah penyelamatan yang didukung pemerintah.

19-20 Maret 2023

Kegagalan bank menyebar ke luar negeri. Ini terjadi saat pemerintah Swiss mengatur pengambilalihan UBS atas saingannya yang sakit Credit Suisse pada 19 Maret.

Sementara upaya penyelamatan untuk First Republic mendapatkan sedikit daya tarik karena sahamnya merosot hampir 50%. Itu menjadi level terendah sepanjang masa.

24 April 2023

Setelah bulan yang cukup sepi untuk First Republic, di mana harga sahamnya benar-benar naik hampir 25%, bank tersebut menyampaikan laporan pendapatan yang “mengerikan”. Laporan itu mengungkapkan bahwa bank mengalami aliran keluar deposit sebesar 41% selama kuartal pertama tahun 2023.

Ini memicu laporan tentang Administrasi Presiden Joe Biden yang berebut untuk menemukan solusi bagi bank. Sahamnya kembali merosot hingga US$8, hampir 95% di bawah harga saham awal Maret.

1 Mei 2023

First Republic secara resmi bangkrut setelah Federal Deposit Insurance Corporation mengumumkan penutupan bank. Ini disusul penjualan sebagian besar deposito dan asetnya ke JPMorgan Chase.

CEO JPMorgan Jamie Dimon menegaskan kepada analis bahwa perusahaannya tidak akan mempertahankan nama dan merek First Republic. Pernyataannya menutup bab terakhir sejarah bank selama 38 tahun terakhir

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*