Kelola SDM, Telkom Kedepankan Prinsip Gender Equality

Telkom

Peran perempuan dalam mendorong sebuah peradaban suatu bangsa sangatlah besar. Nilai tambah yang diberikan oleh kaum hawa juga terbukti dalam pengelolaan entitas bisnis. Melihat hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir pun pernah berujar akan terus menyuarakan hak-hak pekerja perempuan agar bisa mendapatkan sebuah kesetaraan, khususnya di perusahaan BUMN.

Dia menargetkan setidaknya 25% perempuan bisa memimpin di BUMN pada 2023. Di BUMN, kepemimpinan perempuan boleh dibilang tidak sedikit. Di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk hingga akhir 2021, telah tercatat sebanyak 24,5% posisi manajerial yang sudah diduduki oleh perempuan.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan dalam mengelola SDM, Telkom selalu mengedepankan gender equality dan aspek-aspek sosial lainnya. Hal ini sejalan dengan semangat bersama untuk berinovasi dan bertransformasi menjadi digital telecommunication company.

Adapun manajemen SDM Telkom ujarnya juga mengedepankan aspek-aspek sosial, seperti rekrutmen yang adil, kesetaraan dan keberagaman, hubungan industrial yang sehat, menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja, menghormati Hak Asasi Manusia, serta karir, dan pengembangan diri.

“Selain mengedepankan kesehatan fisik maupun mental, telkom juga mengedepankan gender equality, dengan realisasi 24,5% jabatan manajerial diamanatkan kepada SDM perempuan unggul Telkom Indonesia,” ungkap Ririek dalam Laporan Keberlanjutan Telkom 2021, Selasa (2/5/2023).

Menurut Ririek, kehadiran TelkomGroup bertujuan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan tidak hanya untuk pemegang saham tetapi juga bagaimana membantu karyawan untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu Telkom berusaha untuk menciptakan sumber daya manusia yang kreatif, dinamis, dan fun sesuai dengan employee value proposition TelkomGroup.

Dalam jajaran direksi, Direktur Consumer Service PT Telkom Indonesia Tbk sekaligus Direktur Enterprise dan Business Service, saat ini diduduki oleh seorang perempuan, yakni Venusiana. Kepiawaiannya memimpin bisnis segmen consumer Telkom membuat IndiHome yang menjadi salah satu lini bisnis andalan TelkomGroup bertransformasi menjadi perusahaan digital kelas dunia.

IndiHome tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 28,0 triliun atau tumbuh 6,4% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun 90% pendapatan IndiHome ini dikontribusi dari pelanggan segmen consumer dan selebihnya dari segmen enterprise.

Pada segmen enterprise, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 19,2 triliun dengan layanan B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity sebagai kontributor utama pendapatan. Segmen ini mencatat pertumbuhan kinerja kuartalan yang signifikan pada kuartal IV-2022 sebesar 9,3% YoY.

IndiHome pun terus berupaya memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat tidak hanya yang berkaitan dengan bisnis dan digitalisasi saja, melainkan juga mengedepankan nilai pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Sehingga, tidak heran jika Telkom sejauh ini telah meraih berbagai prestasi, salah satunya dalam ajang Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards yang diadakan oleh UN Women Indonesia pada Oktober 2021. Penghargaan ini diberikan kepada Telkom atas komitmen dan upayanya sebagai perusahaan yang mempromosikan kesetaraan gender di lingkungan kerja.

Telkom juga meraih penghargaan honorable mention pada kategori tempat kerja inklusif gender (Gender-Inclusive Workplace). Kategori ini memberikan penghargaan terhadap pencapaian perusahaan dalam melaksanakan upaya-upaya yang inklusif gender di tempat kerja, termasuk dalam melakukan pendekatan inovatif untuk perekrutan yang setara dan non-diskriminatif.

Kemudian menyediakan pengaturan kerja yang fleksibel, mendukung kesetaraan peran perempuan dan laki-laki untuk menjalankan tugas rumah tangga termasuk kerja pengasuhan, menjamin keselamatan. Selain itu, termasuk kesejahteraan karyawan perempuan dan laki-laki, mengurangi kesenjangan upah berdasarkan gender serta mendorong pengembangan karir dan kepemimpinan perempuan.

Seperti diketahui, berdasarkan laporan Women, Business, and the Law 2023 dari Bank Dunia, kesetaraan gender di negara Indonesia sendiri pada 2023 mendapat skor kumulatif 70,6. Realisasi tersebut membaik dibanding tahun lalu yang hanya 64,4.

Meski mengalami peningkatan, faktanya skor kesetaraan gender Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara tetangga, yakni peringkat ke-8 dari 11 negara ASEAN. Sedangkan berdasarkan riset World Economic Forum, Indonesia masih berada di urutan 101 dari 156 negara dalam hal kesetaraan gender.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*