Seram! Potret ‘Rumah Hantu’ di Tengah Kawasan Elite Menteng

Di Tengah Megahnya Deretan Gedung PDIP-Perindo di Menteng, Ada Juga Tanah Kosong 'Angker' Tak Berpenghuni (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Rumah-rumah di kawasan Menteng seperti Jalan Dipenogoro digadang-gadang menjadi wilayah dengan harga termahal di Jakarta. Lokasi strategis didukung suasana asri membuat hunian di wilayah ini terasa nyaman.

Bahkan beberapa partai politik memiliki gedung Dewan Pengurus Pusat di sekitar wilayah ini, misalnya PDIP, PPP serta Perindo. Tidak ketinggalan, ada juga beberapa Kedutaan Besar (Kedubes) seperti Kedubes Swiss, Italia hingga Belanda memilih untuk berkantor di area ini.

Meski demikian, di tengah asri serta megahnya bangunan di Jalan Dipenogoro Menteng, berdasarkan pantauan CNBC Indonesia ada beberapa rumah yang terlihat tidak terurus bahkan dicap angker. Di dalamnya tumbuh semak belukar, salah satunya adalah sebuah tanah dan bangunan yang berlokasi persis di pertigaan Jalan Dipenogoro dan Teuku Cik Ditiro.

Luas tanahnya sekitar 10×15 m dan berada persis di samping kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila. Di dalamnya terlihat hanya ada sebuah bangunan tua dengan dua lantai.

“Sudah puluhan tahun seperti itu, sejak pertama saya kerja di sini 2013 kondisinya udah seperti itu, gak terurus,” kata seorang penjaga di deretan tanah tersebut kepada CNBC Indonesia, Selasa sore (2/5/23).

Tidak jauh dari situ, ada sebuah tanah kosong yang juga nampak tidak terurus, lokasinya persis di pertigaan Jalan Dipenogoro serta Jalan Surabaya. Bedanya, orang yang lewat tidak bisa memantau ke area dalam karena ditutupi seng berwarna biru.

Masih di jalan Dipenogoro ada juga sebuah rumah di seberang Kedubes Italia yang juga tidak terawat. Cat putih yang menempel sudah mulai menghilang dan ditutupi oleh lumut berwarna hijau. Namun, tidak ada tulisan dijual pada area bangunan ini.

Rumah lainnya yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah tersebut tidak ‘malu-malu’ untuk menempel sebuah pengumuman bahwa bangunan dan tanahnya kini tengah dijual. Namun, pemilik tidak menyebutkan berapa harganya.

Harga properti di Menteng memang kian menarik banyak orang karena harganya yang fantastis. Bahkan harganya terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

“Harga properti di Menteng 2010 itu 20 juta/m2, sekarang Rp 100 juta, berarti naik 5x lipat dalam 13 tahun. Singapura dari 10 tahun lalu sampai sekarang harganya sama aja segitu, kan sudah mentok. Kalau Indonesia gimana stagnan? Orang pertumbuhan 5% terus-terusan,” ungkap pemilik PT Panangian Simanungkalit & Associates, Panangian Simanungkalit kepada CNBC Indonesia Selasa (2/5/2023).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*