Tak Bisa Dihindari! China yang Paling Kena Imbas Aksi Jokowi

Pantas Disetop Jokowi! Puluhan Tahun RI Cuma Bikin Maju China

Industri pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) jenis bauksit terancam megap-megap. Hal ini imbas dari keputusan pemerintah Indonesia yang tetap akan melarang ekspor bijih bauksit ke luar negeri mulai 11 Juni 2023.

Kenapa China bisa terkena imbas? Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (AB3I) mencatat, penikmat utama bijih bauksit Indonesia adalah China, jumlahnya kurang lebih bisa mencapai 30 juta ton.

“China yang terbesar,” kata Pelaksana Harian Ketua Umum APB3I, Ronald Sulistyanto kepada CNBC Indonesia, beberapa waktu yang lalu.

Sebagaimana diketahui, bijih bauksit dapat diolah menjadi chemical grade alumina yang dimanfaatkan untuk industri https://rtpdwslot88.org/ alumina, kosmetika, farmasi, keramik dan plastic filler.

Saat ini, bijih bauksit diproduksi oleh 28 perusahaan dengan total produksi mencapai 56 juta ton per tahun. Sementara sampai sejauh ini, untuk penyerapan bijih bauksit di dalam negeri baru tertampung sebanyak 12 juta ton per tahun.

Hal itu karena sejauh ini baru terdapat dua fasilitas smelter untuk bijih bauksit ini. Alhasil sisa bijih bauksit yang mencapai 44 juta ton harus di ekspor.

Kebijakan larangan ekspor bijih bauksit ke luar negeri sejatinya upaya pemerintah Indonesia untuk mendapatkan nilai tambah. Makanya, Presiden Jokowi meminta untuk mengembangkan hilirisasi di dalam negeri.

Hilirisasi terbukti menambah pendapatan negara yang besar. Misalnya saja nikel, pada tahun 2021 pendapatan negara dari hilirisasi nikel melejit menjadi US$ 30 miliar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya US$ 1,1 miliar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyebutkan pelarangan ekspor bauksit ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) khususnya yang termaktub dalam Pasal 170 A, di mana disebutkan bahwa batas penjulaan mineral ke luar negeri maskimal 3 tahun setelah UU Minerba diterbitkan.

“Sesuai dengan Pasal 170 A UU Minerba, batas penjualan mineral ke luar negeri maksimal 3 tahun setelah UU Minerba diterbitkan (2020) dan kita juga harus merefer sebelumnya kebijakan pengolahan dalam negeri sudah ada aturannya untuk itu dilakukan beberapa kali relaksasi,” ungkap Menteri Arifin di Gedung DPR, Rabu (24/5/2023).

Menteri Arifin membeberkan alasan kenapa akhirnya hanya komoditas bauksit yang dilarang ekspor. Ia bilang, dari rencana pembangunan 12 smelter bauksit di dalam negeri, setidaknya baru ada 4 smelter yang sudah beroperasi. Sisanya, sebanyak 8 proyek smelter bauksit masih dalam tahap pembangunan.

Bahkan, berdasarkan peninjauan ke 8 proyek smelter tersebut di lapangan, terdapat perbedaan yang sangat signifikan dengan hasil verifikator independen.

“Pada 7 lokasi smelter masih berupa tanah lapang walaupun dinyatakan dalam laporan hasil verifikasi ditunjukkan kemajuan pembangunan sudah mencapai kisaran antara 32% sampai 66%,” kata Menteri Arifin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*