Tunggu Kejutan The Fed, Rupiah Bisa Liar Lagi

Petugas menghitung uang  dolar di tempat penukaran uang Dolarindo, Melawai, Blok M, Jakarta, Senin, (7/11/ 2022)

Rupiah akhirnya mengakhiri penguatan tiga hari beruntun melawan dolar Amerika Serikat (AS) Selasa kemarin. Sempat menguat hingga 0,31% di pembukaan perdagangan, rupiah menutup perdagangan di Rp 14.700/US$ atau melemah 0,24% melansir data Refinitiv.

Pada perdagangan Rabu (3/5/2023) rupiah masih akan bergerak volatil, sebab pelaku pasar menanti pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Berdasarkan data dari perangkat FedWatch milik CME Group, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5% – 5,25%. Pasar juga akan menanti apakah akan ada kejutan dari The Fed. Apakah level tersebut akan menjadi akhir periode kenaikan suku bunga, hingga peluang dipangkas pada akhir tahun nanti.

Pengumuman kebijakan moneter The Fed akan mempengaruhi pergerakan rupiah ke depannya.

Secara teknikal, rupiah yang disimbolkan USD/IDR saat ini berada jauh di bawah rerata pergerakan 50 hari (Moving Average 50/MA 50), MA 100 dan MA 200 yang tentunya memberikan tenaga rupiah menguat.

Penguatan Mata Uang Garuda semakin terakselerasi setelah sukses menembus level psikologis setelah sukses melewati Rp 15.090/US$ yang sebelumnya menjadi support kuat.

Level tersebut merupakan Fibonacci Retracement 50% yang ditarik dari titik terendah 24 Januari 2020 di Rp 13.565/US$ dan tertinggi 23 Maret 2020 di Rp 16.620/US$.

Rupiah bahkan mampu menembus ke bawah Fib. Retracement 61,8% pada pekan lalu.

Sementara itu indikator Stochastic pada grafik harian kini mulai masuk wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakanleading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Stochastic yang mulai masuk oversold artinya ada risiko rupiah akan mengalami koreksi.

Fib. Retracement 61,8% di kisaran Rp 14.730/US$ menjadi menjadi resisten terdekat. Jika ditembus, rupiah berisiko melemah ke Rp 14.780/US$ sebelum menuju Rp 14.830/US$.

Sementara selama mampu bertahan di bawah Rp 14.730/US$, rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.650/US$ hingga Rp 14.620/US$.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*